Konsep Media Pembelajaran

Ketika teknologi menjadi alat untuk mengembangkan pembelajaran, maka bermunculan media pembelajaran yang seharusnya diterapkan oleh guru di dalam kelas. Namun, masih banyak guru yang menggunakan metode lama untuk proses belajar. Sehingga murid-murid merasa jenuh ketika proses belajar dimulai. Sebagai contoh konsep media pembelajaran yang seharusnya digunakan adalah metode jigsaw. Dalam metode tersebut, siswa harus berperan aktif dalam belajar di kelas. Jadi, sang murid membuat beberapa kelompok, biasanya terdiri satu kelompok terdapat lima orang. Kemudian, dalam kelompok tersebut harus menjelaskan tentang materi yang diberikan oleh guru.
Jika dikembangkan dengan baik, maka proses pembelajaran akan menyenangkan bagi siswa maupun guru, karena membuat anak semakin aktif dan berani untuk tampil di depan kelas. Rasa minder yang dirasakan oleh siswa biasanya karena kurang terbiasa dalam menunjukkan kemampuannya di depan kelas. Itu akibat guru yang hanya bercerita di depan kelas dan akhirnya berdampak buruk bagi perkembangan belajar anak. Disisi lain, jika murid-murid merasa nyaman dalam belajar, maka kemampuan menyimpan materi pun akan lebih besar.
Konsep media pembelajaran yang digunakan sekolah saat ini sudah ada yang memakai media dan metode yang disarankan oleh dinas pendidikan. Dan guru yang berperan aktif juga sudah banyak digencarkan penerapannya. Sudah semakin sedikit pembelajaran yang menggunakan metode lama, dan jika hal tersebut diterapkan, maka akan semakin baik pendidikan yang diajarkan.